Selasa, 02 Oktober 2012

Peningkatan Pemahaman Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Metode Tanya Jawab Behavioristik


……………. 20…. Peningkatan Pemahaman Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Metode Tanya Jawab Behavioristik di Kelas Kelas VI (Enam)  SDN …………….. Kecamatan …………. Tahun Pelajaran …………...

Kata kunci : peningkatan pemahaman materi pembelajaran IPS, metode tanya jawab behavioristik.

Salah satu guna meningkatkan pemahaman materi pembelajaran siswa pada materi pembelajaran yang bisa ditempuh oleh guru adalah dengan menggunakan mnetode tanya jawab behavioristik. Hipotesis ini diuji dalam sebuah kegiatan penelitian yang menggunakan kaidah prosedur penelitian tindakan kelas (PTK). Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti ini dirangkaikan dalam sebuah kegiatan penelitian yang berjudul: “Penelitian Tindakan Kelas: Peningkatan Pemahaman Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Metode Tanya Jawab Behavioristik di Kelas VI (Enam) SDN ……….. Kecamatan ………… Tahun Pelajaran ……………”.
Rendahnya motivasi belajar pada siswa menuntut untuk

Rabu, 29 Agustus 2012

Penerapan Metode Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Perkembangbiakan Tumbuhan Siswa kelas VI Semester I


KARYA TULIS ILMIAH

PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN
SISWA KELAS VI SEMESTER I DI SDN ……………………..  KECAMATAN ……………….
KABUPATEN ……………… TAHUN PELAJARAN 2011/2012
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Disusun oleh:
………………………..

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Berdasarkan pengamatan penulis, siswa kelas 6 SDN ................ 1 berjumlah 22 anak yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Awal saya mengajar di kelas enam melakukan penjajagan terhadap kemampuan siswa antara lain dengan melakukan tanya jawab materi. Tanya jawab materi saya lakukan untuk tiap siswa secara bergilir. Guna peningkatan prestasi siswa kelas 6 dimana pada akhirnya adalah siswa agar siap untuk

Jumat, 27 Januari 2012

Kegiatan Pembinaan Kepemudaan


KEGIATAN PEMBINAAN KEPEMUDAAN
 
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sesuai dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional dan PP No. 19 tahun 2005 serta UU Guru dan Dosen bahwa guru sebagai sebuah profesi harus memenuhi beberapa kompetensi salah satu elemen kompetensi yang harus melekat pada gruru tercakup dalam rumpun kompetensi sosial yaitu kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat. Dengan demikian, agar guru SD lulusan S1 PGSD memiliki kemampuan yang diamanatkan dalam UU dan PP tersebut, maka diperlukan wacana bagi guru yang sedang mengikuti pendidikan S1 PGSD untuk melatih ketrampilan mareka dalam kehidupan sosial serta memberikan kontribusi dalam masyarakat di lingkungannya.
Pada mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan mewajibkan mahasiswa untuk melaksanakan praktek program pendidikan masyarakat yang merupakan pendidikan pada jalur non formal yang meliputi pembimbingan para Warga Belajar (WB) yang menyandang buta aksara, mengembangkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan pembinaan kegiatan kepemudaan yang tergabung dalam organisasi kepemudaan yang ada. Dari tiga subtansi praktek tersebut, kami memilih

Minggu, 22 Januari 2012

Metode Actual Learning Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar PKn PS Siswa Kelas VI SDN Jatigedong I Tahun Pelajaran 2006/2007





METODE ACTUAL LEARNING MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR PKn PS
SISWA KELAS VI SDN JATIGEDONG I
TAHUN PELAJARAN 2006/2007

Makalah Ini Disusun Dalam Rangka
Seminar/ Forum Ilmiah Pendidik



Oleh :

WIJI  SHODIK, S. Pd

NIP : 132 216 821

 

SDN JATIGEDONG I
KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman menuju era globalisasi dan kompleksitas pada masa sekarang ini membawa masyarakat untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan. Pangkal dari perubahan zaman tersebut adalah terjadinya perkembangan teknologi secara revolusioner yang membawa serta perubahan dalam berbagai aspek kehidupan: sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Teknologi yang berkembang sekarang ini menyangkut dua aspek yaitu aspek fisik dan aspek nilai yang termasuk di dalamnya adalah nilai pendidikan. Perubahan bukan hanya terjadi pada tataran praktik kehidupan sehari-hari, melainkan pada tingkat yang lebih mendasar, yaitu nilai dan norma sebagai operasionalisasi dari nilai.
Kiranya ada dua akibat dari perubahan yang cepat tersebut terhadap pola kehidupan masyarakat. Yang pertama yaitu anggota masyarakat dituntut untuk dapat mentransformasikan dirinya agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan kehidupan yang baru termasuk perkembangan pendidikan. Bila tidak dapat menyesuaikan diri maka resikonya adalah sebagian kelompok masyarakat tersebut ketinggalan dengan orang lain atau kelompok masyarakat lain. Yang kedua adalah diperlukan cara pandang, pola pikir perspektif, dan paradigma baru dalam memahami dan memecahkan persoalan kemasyarakatan maupun persoalan pendidikan. Dengan perkembangan zaman yang seperti sekarang ini, banyak hal yang sebelumnya layak dan sahih menjadi ketinggalan zaman. Salah satu ciri dari era globalisasi dan kompleksitas yaitu bahwa