Sabtu, 16 Februari 2013

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PEMBAGIAN BILANGAN DUA ANGKA MELALUI METODE DEMONSTRASI


A.    JUDUL PENELITIAN :
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PEMBAGIAN BILANGAN DUA ANGKA  MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS II SDN .................  KECAMATAN ................. KABUPATEN .................

B.     BIDANG KAJIAN
-Pemahaman konsep pembagian
-Media pembelajaran

C.    PENDAHULUAN
            Matematika pada saat sekarang ini memegang peranan yang sangat penting. Dikarenakan matematika merupakan alat aktif dalam mengembangkan semua ilmu dan merupakan bahasa inti bagi perumusan-perumusan teori yang melandasi bidang keilmuan.
            Sekolah Dasar (SD) 6 tahun sebagai tingkat pertama Pendidikan Dasar 12 tahun merupakan
jenjang pendidikan pertama yang sangat penting bagi perwujudan Pendidikan Nasional. Mengingat SD sangat penting dalam sistem Pendidikan Nasional, maka peningkatan mutu pendidikan Dasar sangat membutuhkan penanganan yang sungguh-sungguh. Terutama pada mata pelajaran Matematika. Sebagian orang mengganggap matematika seolah-olah momok bagi mereka. Mereka menganggap bahwa Matematika merupakan hal yang sangat sulit dan membosankan sehingga mereka malas untuk mempelajarinya.
Semua itu disebabkan karena masih banyak konsep Matematika yang masih sulit dipahami siswa Sekolah Dasar. Hal ini semestinya
tidak perlu terjadi karena guru sudah mengajar dengan baik, akan tetapi nilai siswa masih juga rendah. Rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep Matematika di Sekolah Dasar merupakan suatu masalah karena akan berdampak pada penguasaan konsep Matematika di jenjang pendidikan berikutnya.
            Di dalam KTSP tahun 2007 kelas II tercantum Standar Kompetensi “melakukan Perkalian dan Pembagian bilangan sampai dua angka”. Sedangkan Kompetensi Dasarnya “Melakukan Pembagian bilangan dua angka”.dalam pemecahan masalah yaitu tentang bentuk pengurangan berulang sampai habis sebagai hasil dari pembagian.
            Tetapi dalam kenyataan di kelas dalam proses pembelajaran matematika tentang pembagian siswa mengalami kesulitan di kelas II. Mereka mengalami kesulitan dalam menentukan bentuk pengurangan berulang sampai habis sebagai hasil dari pembagian. Dari 16 siswa setelah dilakukan tes formatif tentang pembagian ternyata dari 10 soal yang di berikan hasilnya sangat mengecewakan.
            Dari tes yang diberikan dapat dilihat bahwa dari 16 siswa yang menjawab benar semua 2 siswa, yang menjawab benar 9 soal1 siswa, yang menjawab benar 8 soal 2 siswa, yang menjawab benar 7 soal 1 siswa, yang menjawab benar 4 soal 1 siswa, yang menjawab benar 3 soal 2 siswa, yang menjawab benar 2 soal 4 siswa, sedang 3 siswa menjawab salah semua.
            Dari keadaan yang demikian maka peneliti berusaha untuk melakukan perbaikan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pembagian bilangan dua angka dengan benar.
            Dengan keadaan yang demikian itu peneliti beserta teman sejawat menetapkan masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa tidak dapat menentukan bentuk pengurangan berulang dari pembagian. Sehingga, guru bertanggung jawab untuk memperbaiki proses pembelajaran. Agar siswa dapat dengan mudah memahami konsep pembagian sebagai pengurangan berulang sampai habis nol.
            Ketidak pahaman siswa karena dalam proses pembelajaran yang kurang bahkan belum memadai. Hal tersebut disebabkan keterbatasan sarana dan prasarana, alat, media pembelajaran serta metode yang digunakan guru kurang bervariasi atau kurang tepat dan kurang dimengerti siswa.

D.Rumusan Masalah dan pemecahan masalah
       1.  Rumusan Masalah
            Berdasarkan permasalahan yang diuraikan diatas,maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. “ Pembelajaran bagaimana yang dapat meningkatkan pemahaman Konsep Pembagian bilangan dua angka pada siswa kelas II SDN .................  Kecamatan ................. Kabupaten .................. Secara lebih operasional permasalahan tersebut dapat dirinci sebagai berikut ;
1.      Bagaimana menerapkan metode demontrasi pada pembelajaran pembagian bilangan dua angka pada siswa kelas II SD.
2.      Apakah penerapan Metode Demontrasi dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep pembagian bilangan dua angka pad siswa kelas II SD.
2.     Pemecahan Masalah
Berdasarkan deskripsi teori dan rumusan masalah yang telah diajukan, penelitian ini dapat mengajukan hipotesis yaitu dengan menggunakan media,maka pemahaman konsep pembagian bilangan dua angka meningkat.
E.Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh kegiatan peningkatan kemampuan siswa dalam memahami pembagian maka pelajaran Matematika pada siswa kelas II SDN .................  Kec.................. Kab.................. dengan menggunakan metode demontrasi pada tahun pelajaran .../....
            Adapun Tujuan khusus penelitian adalah sbb:
  1. Meningkatkan pemahaman siswa pada Materi pembelajaran bidang studi Matematika, khususnya dalam materi pembagian bilangan dua angka.
  2. Membantu siswa kelas II SDN .................  Kecamatan ................. Kabupaten ................. agar mereka dapat dengan mudah melakukan pembagian dengan pengurangan berulang sampai habis nol.
  3. Meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran bidang studi Matematika.
  4. Meningkatkan profesionalisme guru dalam mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran bidang studi Matematika dengan baik.
  5. Meminimalkan kesalahan siswa kelas II SDN .................  Kecamatan ................. Kabupaten ................. dalam melakukan pembagian bilangan dua angka.

F. Manfaat Penelitian
            Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat  :
  1. Bagi siswa : hasil penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika terutama pada pembagian bilangan dua angka.
  2. Bagi guru : Dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas, guru dapat memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran dikelas, sehingga konsep matematika yang diajarkan dapat dikuasai siswa. Selain itu, dengan diberikan contoh Penelitian Tindakan Kelas, guru akan terbiasa melakukan penelitian.
  3. Bagi dosen : Dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan sekolah sebagai mitra , dosen akan lebih memahami tugas berat seorang guru serta dapat mengetahui lebih jauh permasalahan-permasalahan pembelajaran di sekolah.
  4. Bagi sekolah : Dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, khususnya pelajaran matematika.


G.   Kajian Pustaka
         A.Konsep Dasar Metode Demontrasi
         1.Pengertian Metode Demontrasi
            Yang di maksud dengan Metode Demontrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa.
            Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode demontrasi cukup baik apabila anak ikut mengalami sendiri.
       2. Aspek penting dalam menggunakan Metode Demontrasi
            Adapun aspek-aspek penting dalam menggunakan metode demontrasi adalah sebagai berikut :
  1. Demontrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di demontrasikan tidak bisa diamati dengan seksama oleh siswa.
  2. Demontrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti oleh aktivitas dimana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.
  3. Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis.
Sebaiknya dalam mendemontrasikan pelajaran tersebut guru harus terlebih dulu mendemontrasikan dengan sebaik-baiknya, baru diikuti oleh murid-muridnya yang sesuai dengan petunjuk.
       3. Kelebihan Metode Demontrasi
            Adapun kelebihan dari Metode Demontrasi adalah sebagai berikut :
  1. Perhatian anak didik dapat di pusatkan, dan titik berat yang dianggap penting oleh guru dapat diamati.
  2. Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang di demontrasikan, jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain.
  3. Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar.
  4. Dapat menambah pengalaman anak didik.
  5. Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang disampaikan.
  6. Dapat mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran lebih jelas dan konkrit.
  7. Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karena ikut serta berperan secara langsung.
     4. Kelemahan Metode Demontrasi
            Adapun Kelemahan dari Metode Demontrasi adalah sebagai berikut :
  1. Memerlukan waktu yang cukup lama.
  2. Apabila terjadi kekurangan media, metode demontrasi menjadi kurang efisien.
  3. Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli bahan-bahannya.
  4. Memerlukan tenaga yang tidak sedikit.
  5. Apabila siswa tidak aktif maka Metode Demontrasi menjadi tidak efektif.
      5. Langkah-langkah Dalam Penerapan Metode Demontrasi
            Adapun langkah-langkah dalam penerapan metode demontrasi adalah sebagai berikut :
  1. Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir.
  2. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demontrasi yang akan dilaksanakan.
  3. Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan.
  4. Selama demontrasi berlangsung guru harus intropeksi diri apakah keterangan yang disampaikan dapat didengar dengan jelas oleh siswa dan apakah semua media yang digunakan telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga semua siswa dapat melihat dengan jelas.
B. Konsep Dasar Belajar Matematika
1. Pengertian Belajar
             Belajar adalah proses yang berlangsung terus-menerus dengan lingkungan dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan bersifat menetap.         
2. Pengertian Matematika
            Matematika sebagai ilmu mengenai struktur dan hubungan-hubungannya, simbol-simbol diperlukan. Dapat dikatakan pula matematika berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubungannya yang diatur secara logis sehingga matematika itu berkaitan dengan konsep-konsep abstrak. Pengertian Matematika belum bisa diartikan oleh banyak matematikawan. Karena selama ini belum ada pengertian matematika yang bulat.
C. Teori Belajar Konsep
            Suatu konsep muncul dari pengalaman interaksi individu dengan lingkungannya, dan pengalaman tersebut tidak ada yang sama persis. Artinya semua orang dengan setiapstimulusnya mengembangkan konsep-konsep tertentu. .
D. Pengaruh Metode Demontrasi Terhadap Hasil Pengajaran Matematika
            Dalam proses pembelajaran seorang guru harus pandai-pandai dalam pemilihan media atau metode pembelajaran yang benar-benar cocok dengan materi yang diajarkan pada saat itu. Karena dengan pemilihan metode dan media pembelajaran yang tepat akan mengantarkan siswa kepada hasil yang memuaskan. Dalam metode demontrasi dapat menghilangkan verbalisme sehingga siswa akan semakin memahami meteri pelajara. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar metode ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
            Demikian beberapa hal yang dapat peneliti sampaikan tentang pentingnya pemilihan metode yang tepat dalam proses pembelajaran yang akan berpengaruh pada tingkat pencapaian hasil pengajaran.
H. Rencana dan Prosedur penelitian
    a.Subjek Penelitian
       Subjek penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan pemahaman konsep pembagian bilangan      pada siswa kelas II yang berjumlah 16 siswa yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti,bahwa siswa kelas II sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu sehingga pendidikan putra putrinya kurang mendapat perhatian dari orang tua dan semangat belajarnya tergolong rendah .
    b.Lokasi Penelitian
       Lokasi ini dilaksanakan di SDN .................  Kecamatan ................. kabupaten .................
Lokasi ini dipilih atas dasar pertimbangan bahwa peneliti adalah salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut.
    c.Sasaran Penelitian
      Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui gambaran prestasi belajar Matematika siswa kelas II SDN .................  Kecamatan ................. Kabupaten ................. tentang pemahaman konsep pembagian bilangan dua angka.
 B. Prosedur Penelitian
1. Siklus I
    Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa pelaksanaan peerbaikan pembelajaran ini dilaksanakan dua   Siklus. Siklus I merupakan dasar bagi pelaksanaan siklus II.Siklus II merupakan perbaikan dari kelemahan-kelemahan atau kegagalan yang terjadi pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus I. Dalam setiap siklus ada empat tahapan yaitu :
a. Perencanaan
            Dilakukan penentuan indikator keberhasilan tindakan, yakni : siswa aktif dalam pembelajaran siswa aktif bertanya pada guru jika belum jelas dengan penjelasan guru. Siswa tidak ada kesalahan dalam mengerjakan soal latihan tentang pembagian bilangan dua angka yang diberikan guru.
            Dari hasil diskusi antara peneliti dengan teman sejawat dan supervisor akhirnya ditemukan penyebab dan masalah tersebut yaitu karena siswa belum memahami konsep pembagian. Pada siklus I ini peneliti menggunakan media yang akan menunjukkan secara nyata dengan lidi dalam proses pembelajaran. Guru hanya memberikan contoh cara menghitung tetapi guru tidak melibatkan siswa secara langsung.
            Langkah selanjutnya adalah peneliti melakukan perbaikan pembelajaran sebagai berikut :
a) Menyusun RPP
b) Mempersiapkan penggunaan metode demontrasi
c) Mempersiapkan media/alat peraga
d) Bersama dengan teman sejawat serta supervisor menyusun rencana kegiatan  dan tindakan.
b. Pelaksanaan
            Pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah salah satu tahap pada pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Dalam pembelajaran Matematika tentang pembagian bilangan dua angka dilaksanakan sesuai dengan RPP yang telah disusun peneliti.pada siklus I ini prosedur umum dari perbaikan pembelajaran terdiri dari 3 kegiatan utama,yaitu :
1) Kegiatan awal selama 10 menit
2) Kegiatan inti selama 40 menit
3) Kegiatan akhir selama 10 menit
            Sesuai dengan pelaksanaan perbaikan pembelajaran yaitu untuk meningkatkan pemahaman konsep pembagian bilangan dua angka pada siswa kelas II SDN ................. I Kecamatan ................. Kabupaten ................. dengan menggunakan media benda konkrit maka pada perbaikan siklus I penelti menggunakan media benda konkrit yaitu lidi dalam pembelajaran. Ternyata ada peningkatan dari hasil evaluasi sebelum perbaikan rata-rata kelas hanya 38% setelah perbaikan pembelajaran menjadi ... %.
c. Pengamatan
            Untuk memperoleh data dan hasil perbaikan pembelajaran peneliti menggunakan 2 metode :
1. Metode Tes
            Tes ini diberikan setelah kegiatan inti dalam bentuk tes tertulis dan diperoleh nilai rata-rata kelas ... %.Hasil ini mengalami peningkatan dari perbaikan pembelajaran sebelumnya.
2. Metode observasi
            Pelaksanaan observasi kegiatan penelitian dalam mengajar selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung, peneliti dibantu oleh teman sejawat. Berdasarkan pengamatan teman sejawat menyimpulkan bahwa peneliti tidak mengaktifkan siswa dalam penggunaan media benda konkrit yaitu lidi. Sehingga siswa tidak ada minat belajar terhadap materi yang disampaikan peneliti akibatnya keberhasilan baru mencapai ... %.
d. Refleksi
            Dilakukan pencocokan peneliti dengan teman sejawat bahwa berdasarkan hasil yang diperoleh siswa dalam menyelesaikan soal pembagian perlu adanya Metode yang digunakan guru harus sesuai, oleh sebab itu peneliti perlu mengadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.
2. Siklus II
a. Perencanaan
            Pada tahap perencanaan siklus II peneliti memperbaiki pembelajaran dan mencari kelemahan pada siklus I. Yaitu penggunaan media benda konkrit yang semula memakai lidi. Pada siklus II peneliti akan menggunakan metode demontrasi dan menggunakan media pembelajaran  dengan benda yang menarik bagi siswa yaitu kelereng,manik-manik dan permen.
            Selanjutnya peneliti melakukan langkah-langkah perbaikan sebagai berikut:
1)      Menyusun scenario rencana pembelajaranatau RPP (terlampir)
2)      Menggunakan metode demontrasi dan mempersiapkan media pembelajaran.
3)      Peneliti dengan dibantu teman sejawat serta supervisor menyusun rencana pengamatan kegiatan.
b. Pelaksanaan         
            Pada tahap pelaksanaan siklus II peneliti melaksanakan pada hari Selasa, 10 Maret ... pukul 07.00-08.10. Masih tetap sama pada siklus I pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II peneliti melakukan perbaikan yaitu pada :
1)      Kegiatan awal selama 10 menit.
2)      Kegiatan inti selama 40 menit.
4)        Kegiatan akhir selama 10 menit.
Pada siklus II ini peneliti mengoptimalkan penggunaan metode demontrasi serta media benda konkrit dan kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran.
            Setelah dilaksanakan pada siklus II ternyata setelah diadakan evaluasi melalui tes tertulis terjadi peningkatan yang sebelumnya pada siklus I hanya ...% setelah ada perbaikan pada siklus II menjadi ...%.
c. Pengamatan
            Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan 2 metode yaitu:
1. Metode tes.
            Pada tes yang diberikan pada siklus II berupa tes tertulis diperoleh nilai rata-rata kelas mencapai ... %. Hal ini mengalami peningkatan daripada sebelumnya pada siklus I hanya mencapai ...%.(data terlampir)
2. Metode observasi
            Pada pelaksanaan observasi atau pengamatan kegiatan peneliti dibantu teman sejawat melaksanakan pembelajaran dikelas sampai tuntas. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat pada siklus II ini siswa tampak lebih termotivasi untuk belajar dan lebih aktif dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan karena selama pembelajaran peneliti dalam menjelaskan pembagian bilangan dua angka menggunakan metode demontrasi dan media benda konkrit yang menarik perhatian siswa yaitu kelereng, manik-manik dan permen. Siswa mengalami sendiri didepan kelas bagaimana proses pembagian itu sehingga siswa ingat terus pada materi yang diajarkan. Selain itu juga peneliti mengaktifkan siswa dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila siswa belum mengerti. Sehingga siswa benar-benar mengerti tentang materi yang disampaikan. Dan hasil yang di capai siswa pada siklus II ini tidak mengecewakan lagi.
d. Refleksi
            Setelah kegiatan pelaksanaan selesai peneliti melakukan refleksi yang dibantu oleh teman sejawat dan supervisor.
            Hasil refleksi ditemukan bahwa dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran telah berjalan sangat baik dan beberapa kekuatan yaitu dengan adanya media alat peraga benda konkrit siswa dapat dengan mudah memahami meteri pembagian yang disampaikan peneliti. Sehingga mencapai standart keberhasilan ... %.
I. Personalia Penelitian
  Identitas penelitian               :
  NIP
  Tempat / tlg lhr
 
                             Tempat Mengajar   : SDN ................. I,.................,.................
                        Alamat                                    : Desa ................., Kecamatan .................,.................


JADWAL PENELITIAN

No
Kegiatan
Maret
April
Keterangan
Minggu
Minggu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5

1.
Pengajuan judul PTK
X









3/3/...
2.
Pengajuan proposal

X








10/3/...
3.
Penyusunan RPP


X







17/3/...
4.
PelaksanaanSiklus I



X






24/3/...
5.
Pelaksanaan Siklus II




X





31/3/...
6.
Penyusunan laporanan






X
X
X

7/4/... -21/4/...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar