Minggu, 22 Januari 2012

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman menuju era globalisasi dan kompleksitas pada masa sekarang ini membawa masyarakat untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan. Pangkal dari perubahan zaman tersebut adalah terjadinya perkembangan teknologi secara revolusioner yang membawa serta perubahan dalam berbagai aspek kehidupan: sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Teknologi yang berkembang sekarang ini menyangkut dua aspek yaitu aspek fisik dan aspek nilai yang termasuk di dalamnya adalah nilai pendidikan. Perubahan bukan hanya terjadi pada tataran praktik kehidupan sehari-hari, melainkan pada tingkat yang lebih mendasar, yaitu nilai dan norma sebagai operasionalisasi dari nilai.
Kiranya ada dua akibat dari perubahan yang cepat tersebut terhadap pola kehidupan masyarakat. Yang pertama yaitu anggota masyarakat dituntut untuk dapat mentransformasikan dirinya agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan kehidupan yang baru termasuk perkembangan pendidikan. Bila tidak dapat menyesuaikan diri maka resikonya adalah sebagian kelompok masyarakat tersebut ketinggalan dengan orang lain atau kelompok masyarakat lain. Yang kedua adalah diperlukan cara pandang, pola pikir perspektif, dan paradigma baru dalam memahami dan memecahkan persoalan kemasyarakatan maupun persoalan pendidikan. Dengan perkembangan zaman yang seperti sekarang ini, banyak hal yang sebelumnya layak dan sahih menjadi ketinggalan zaman. Salah satu ciri dari era globalisasi dan kompleksitas yaitu bahwa
cara pendekatan yang linier yang melihat suatu gejala hanya dalam hubungan sebab akibat yang tunggal, menjadi kurang layak dan sahih lagi. Sebaiknya suatu persoalan harus diantisipasi secara multidimensional, ditinjau dari bermacam-macam sudut pandang.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, dunia pendidikan kita juga perlu penyesuaian dan pengembangan dengan era globalisasi dan kompleksitas. Sebagian permasalahan pendidikan yang harus ditangani oleh bangsa Indonesia adalah mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan yang sangat perlu untuk ditingkatkan khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajeman sekolah. Namun demikian berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah, Kepala Sekolah memiliki peranan penting. Pola kepemimpinan Kepala Sekolah di era globalisasi dan kompleksitas seperti sekarang ini perlu menyesuaikan diri. Barangkali muncul pertanyaan pada diri kita apakah apakah pola kepemimpinan Kepala Sekolah saat ini kurang tepat. Berbagai penyesuaian perlu untuk dilakukan oleh Kepala Sekolah sejalan dengan bergulirnya sistem manajemen sekolah yang baru yaitu Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Berdasarkan pengamatan, ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan sekolah belum mengalami peningkatan secara menyeluruh. Baik dari segi sistem manajemen maupun mutu pendidikan itu sendiri.
Faktor pertama, kebijakan dan penyelenggaraan manajemen pendidikan di sekolah yang berpedoman pada kebijakan dan penyelenngaraan pendidikan nasional yang menggunakan pendekatan education production function atau input output analysis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen oleh kepala sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan baik manajemen maupun sistem pendidikan di sekolah.
Faktor kedua, penyelenggaran pendidikan kepala sekolah yang berpedoman pada penyelengaraan pendidikan nasional yang dilakukan secara birokratik-sentralistik, sehingga posisi peranan kepala sekolah dalam memimpin sekolah sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijaksanaan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah tersebut. Sehingga kepala sekolah dalam memimpin sekolah kehilangan kemandirian, motivasi, dan inisiatif untuk mengembangkan dan memajukan lebaga sekolahnya termasuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah sebagai salah satu penunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional.
Faktor ketiga, peran serta masyarakat, khususnya orang tua siswa dalam penyelngaran pendidikan di sekolah selama ini sangat minim. Partispasi masyarakat atau orang tua murid umumnya bersifat dukungan dana, bukan pada proses pendidikan.
Berdasarkan kenyataan-kenyataan masalah pendidikan di sekolah dan sistem kepemimpinan kepala sekolah di atas maka perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan dalam pendidikan di sekolah, salah satu adalah kepala sekolah melakukan reorientasi penyelenggaran pendidikan di sekolah yaitu dari segi manajemen pendidikan sekolah yang berpedoman pada peningkatan mutu berbasis pusat menuju manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.

1.2 Masalah
1.2.1 Ruang Lingkup Masalah
Ruang lingkup pembahasan dalam karya ilmiah sangat luas. Begitu pula  pembahasan mengenai kepemimpinan sekolah dan dan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Untuk itu kajian dan pembahasan dalam karya ilmiah ini sesuai dengan judul yaitu Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.

1.2.2 Batasan Masalah
Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan kenyataan-kenyataan masalah pendidikan di sekolah misalnya sistem kepemimpinan kepala sekolah yang belum melaksanakan pendekatan education production function atau input output analysis secara konsekuen dan kepemimpinan kepala yang sekolah sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijaksanaan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah maka perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan dalam pendidikan di sekolah, salah satu adalah kepala sekolah melakukan reorientasi penyelenggaran pendidikan di sekolah yaitu dari segi manajemen pendidikan sekolah yang berpedoman pada peningkatan mutu berbasis pusat menuju manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.
Mengingat cukup luasnya permasalahan dalam makalah ini maka penyusun perlu membatasi permasalahan pendidikan yaitu:
1)    peranan kepemimpinan kepala sekolah;
2)    manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah;
3)    peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.
1.2.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam suatu makalah sangat penting dan perlu diberikan, hal ini dimaksudkan untuk memberikan arah terhadap masalah yang akan dibahas. Berdasarkan pembatasan tersebut di atas, maka pembahasan ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.    Bagaimanakah peranan kepemimpinan kepala sekolah?
2.    Bagaimanakah manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah?
3.    Bagaimanakah peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah?

1.3 Tujuan Pembahasan
1.3.1 Tujuan Umum
Secara umum pembahasan dalam makalah ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.

1.3.2 Tujuan Khusus
Secara khusus pembahasan dalam makalah ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang:
1)    Peranan kepemimpinan kepala sekolah;
2)    Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah;
3)    Peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.




1.4 Manfaat Pembahasan
1.4.1 Manfaat Teoritis
Pembahasan terhadap bagaimanakah peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah ini diharapkan dapat memberi sumbangan ilmu pengetahuan bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pemmbaharuan pola kepemimpinan kepala sekolah di era globalisasi dan kompleksitas ini dipadukan dengan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.

1.4.2 Manfaat Praktis
Dari pembahasan dalam makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.    Memberi masukan pada dunia pendidikan khususnya para kepala sekolah atau calon-calon kepala sekolah, dan guru-guru. Pembahasan dalam makalah ini dapat menjadi materi, pengetahuan dan wawasan tambahan bagi para kepala sekolah atau calon-calon kepala sekolah, guru-gurun pembaca dalam meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan manajemen pendidikan di sekolah.
2.    Agar dapat digunakan sebagai acuan dalam palaksanaan manajemen atau pengelolaan pendidikan di sekolah oleh kepala sekolah maupun guru dan pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

1.5 Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan penjelasan setiap kata yang digunakan dalam dalam pembahasan makalah ini dan berguna supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan semua pihak memiliki konsep yang sama terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam makalah ini, maka perlu sekali dijelaskan beberapa istilah sehubungan dengan judul makalah ini, istilah-istilah itu ditegaskan sebagai berikut:
1.    Kepemimpinan kepala sekolah adalah serangkaian sistem yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mengelola, menkoordinasi semua pihak yang terkait dengan pendidikan di sekolah dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan  nasional.
2.    Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah adalah model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan, orang tua siswa, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional.
Jadi yang dimaksud dengan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah adalah serangkaian sistem yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mengelola, menkoordinasi semua pihak yang terkait dengan pendidikan di sekolah dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang menerapkan model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan, orang tua siswa, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar